Artikel-08


KARATE TRADISIONAL MASIH BANYAK PEMINAT



Written by Administrator

Saturday, 02 February 2008

Laporan Wartawan RG

 

METRO –  Karate yang satu ini berbeda dengan Karate yang sering kita lihat. Jika kita banyak menyaksikan pemain Karate memakai pelindung saat bertanding, dalam Karate Tradisional kita tidak akan melihatnya. Di Kota Metro, jumlah peminat Karate jenis ini cukup banyak. Bahkan, menurut Ketua Federasi Karate Tradisional Indonesia (FKTI) Provinsi Lampung Sugeng Hariyono, prestasi para Karateka Kota Metro juga cukup membanggakan.

 

Menurutnya, beda Karate Tradisional dan nontradisional terletak pada sifat permainan yang banyak bertahan. Selain itu, Karate Tradisional juga banyak mengedepankan seni dalam bermain, tanpa bantuan alat pelindung seperti busa yang sering dilihat pada Karate yang kini banyak dilihat di media eletronik seperti televisi.

 

Kini, jumlah anggota FKTI yang mejadi organisasi induk para pemain Karate Tradisional mencapai 250 orang lebih. ”Peminat Karate Tradisional masih banyak. Bahkan, anak-anak Metro banyak meraih prestasi, baik di tingkat provinsi maupun nasional. Seperti baru-baru ini, anak-anak kita mendapat juara ketika memperebutkan piala gubernur DKI Jakarta,” ujar Sugeng Hariyono.


Dalam lomba tersebut, sejumlah pelajar Kota Metro yang mewakili Provinsi Lampung berhasil mendapatkan 3 medali emas untuk kelas putra oleh Firmansyah umur 13-15 tahun dan kelas fukugo putra. Bahkan, Firmansyah juga meraih medali perunggu untuk kelas kumite putra. Selain Firmansyah, Taufiq juga berhasil memenangkan medali perak untuk kumite putra umur 16-18 tahun. Lalu, Restu Dewa yang memenangkan medali perunggu kelas fukugo putra.


Padahal, menurut Sugeng, peserta yang mengikuti lomba Karate Tradisional di Jakarta kemarin berasal dari berbagai daerah di Indonesia, mulai dari Sumatera, Jawa, NTB, Kalimantan, Sulawesi, hingga NTT. Secara umum, Metro meraih juara umum ke-4. Sedang juara umum pertama diraih Provinsi Jawa Tengah.


Seperti organisasi keolahragaan lain, FKTI juga mengalami kesulitan dalam masalah pendanaan. Oleh karena itu, pihak pengurus terus berusaha menyiasati agar Karate Tradisional di Lampung dapat terus berjalan dan meningkatkan prestasi para anggotanya. (*)

 

Tinggalkan Balasan

Please log in using one of these methods to post your comment:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s